SUARAJATIM - Forum lintas sektor di Kabupaten Lumajang bergerak lebih awal. Jelang Operasi Keselamatan 2026 serta arus Idul Fitri, para pemangku kepentingan duduk satu meja untuk memetakan risiko kecelakaan lalu lintas. Fokusnya jelas: titik rawan, kesiapan kendaraan, kondisi pengemudi, serta disiplin berlalu lintas di kawasan yang selama ini padat.
![]() |
| Stakeholder Kabupaten Lumajang menyamakan langkah jelang Operasi Keselamatan 2026 dan arus Idul Fitri. |
AKP Yulian Putra Prasviawan memimpin pembahasan sebagai tindak lanjut Surat Telegram Kapolri. Agenda mengerucut pada rencana dekat. Sosialisasi kehati-hatian di jalur rawan kecelakaan digencarkan lewat media sosial, SMS blast, serta banner. Terminal Lumajang masuk prioritas lewat ramp check kendaraan angkutan umum.
Pemeriksaan kesehatan pengemudi dan kru bus juga disiapkan agar faktor manusia tak jadi pemicu utama.
Kawasan tertib lalu lintas kembali disorot. Pola pengaturan arus dan kepatuhan pengguna jalan dinilai krusial saat puncak pergerakan. Setiap instansi menyampaikan kesiapan lapangan yang sudah berjalan maupun yang akan dilakukan. Sinkronisasi ini diharapkan memotong celah risiko sejak awal.
Perwakilan Jasa Raharja menyampaikan pandangan dalam forum tersebut. Kepala Cabang Jasa Raharja Probolinggo, Syarif Muhammad Syafiq, melalui Penanggung Jawab Samsat Lumajang Joko Susilo, menyatakan, “Program ini dapat menurunkan dan menekan angka kecelakaan lalu lintas.”
Syarif Muhammad Syafiq juga menambahkan, “Forum ini menjadi wadah koordinasi dan komunikasi agar setiap stakeholder memberi kontribusi bersama untuk pencegahan kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Lumajang.”
Dengan pemetaan yang dilakukan lebih awal, Lumajang mencoba membaca risiko mudik sebelum ramai. Bukan menunggu kejadian, melainkan menutup peluangnya.

