Tragedi Perlintasan Srengat Blitar, Jasa Raharja Gerak Cepat Serahkan Santunan Rp50 Juta ke Keluarga Korban

SUARAJATIM – Duka menyelimuti Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, usai kecelakaan maut di perlintasan sebidang tanpa palang pintu pada Rabu (11/02/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Insiden ini melibatkan sepeda motor Honda bernopol L-5230-ABY dan Kereta Api Singasari Lok 2039816 relasi Blitar–Pasar Senen. Satu korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Penyerahan santunan Rp50 juta kepada ahli waris korban kecelakaan di perlintasan Srengat, Blitar.
Petugas Jasa Raharja menyerahkan santunan kepada keluarga korban kecelakaan kereta di Srengat Blitar
“Kami berharap santunan ini dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan,” ujar Kepala Kantor Pelayanan Jasa Raharja Tulungagung, Ahmad Arif.

Begitu menerima informasi kejadian, Penanggung Jawab Jasa Raharja Blitar, Muchammad Arifin, langsung bergerak ke lokasi bersama Unit Gakkum Polres Blitar Kota. Langkah awal dilakukan untuk memastikan identitas korban dan mengumpulkan kronologi peristiwa. Tidak berhenti di lokasi, petugas juga mendatangi rumah duka sebagai bentuk kepedulian sekaligus pelayanan jemput bola kepada ahli waris.

Santunan meninggal dunia sebesar Rp50.000.000 telah diserahkan kepada keluarga korban. Penyerahan dilakukan setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi. Kehadiran petugas di tengah keluarga menjadi bagian dari layanan cepat yang selama ini dijalankan Jasa Raharja dalam setiap musibah kecelakaan lalu lintas.

Di lokasi berbeda, Kepala PT Jasa Raharja Cabang Kediri, Nur Asnawi Azis SE., menyampaikan duka mendalam atas kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa Jasa Raharja merupakan BUMN yang mendapat amanat Undang-Undang untuk memberikan perlindungan dasar berupa santunan kepada korban kecelakaan lalu lintas, baik luka-luka, cacat tetap, maupun meninggal dunia, yang disebabkan alat angkutan di darat, laut, dan udara.

Peristiwa di Srengat menjadi pengingat keras pentingnya kewaspadaan di perlintasan tanpa palang pintu. Sementara bagi keluarga korban, santunan yang diberikan diharapkan bisa membantu di tengah masa sulit yang harus mereka lalui.
LihatTutupKomentar