Masuk SMKN 2 Trenggalek, Jasa Raharja dan Polisi Gas Edukasi Keselamatan Pelajar

SUARAJATIM - Langkah masuk ke lingkungan sekolah kembali digencarkan oleh PT Jasa Raharja Cabang Kediri bersama POLRI. Kali ini, sasaran utamanya adalah pelajar di SMK Negeri 2 Trenggalek. Kegiatan ini dikemas dalam program Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) yang digelar pada Rabu, 11 Maret 2026, di tengah kekhawatiran tingginya angka kecelakaan usia muda.

Edukasi keselamatan lalu lintas Jasa Raharja di SMKN 2 Trenggalek
Kegiatan PPKL Jasa Raharja bersama polisi saat memberikan edukasi keselamatan lalu lintas kepada siswa SMKN 2 Trenggalek
“Program Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) merupakan salah satu upaya berkelanjutan dari Jasa Raharja dalam mendukung fungsi lalu lintas melalui pencegahan kecelakaan lalu lintas,” ujar Wahyu, Penanggung Jawab Jasa Raharja Kabupaten Trenggalek.

Fakta di lapangan menunjukkan kelompok usia 15 hingga 19 tahun masih mendominasi korban kecelakaan. Kondisi ini membuat pendekatan ke sekolah dianggap sebagai langkah yang langsung menyentuh akar persoalan. Edukasi diberikan tidak hanya kepada siswa, tetapi juga tenaga pendidik yang punya peran besar membentuk kebiasaan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta dibekali pemahaman soal pentingnya keselamatan di jalan, risiko kecelakaan, hingga etika berkendara. Guru didorong menjadi perpanjangan pesan keselamatan di dalam kelas. Harapannya, kebiasaan tertib lalu lintas tidak berhenti di ruang sosialisasi saja, tetapi terbawa dalam keseharian siswa.

Wahyu menilai, guru punya posisi kuat dalam mempengaruhi perilaku siswa. Peran ini menjadi kunci perubahan karena pesan yang disampaikan secara berulang akan lebih mudah tertanam.

Dari sisi kebijakan, Kepala Cabang Jasa Raharja Kediri, Nur Asnawi Azis, juga angkat bicara. Ia berharap kegiatan seperti ini bisa menekan angka kecelakaan, terutama di kalangan pelajar yang rentan.

“Dengan kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi angka kecelakaan lalu lintas khususnya pada usia pelajar. Pentingnya peran aktif dari Bapak/Ibu Guru dalam program keselamatan bagi para siswa agar terhindar dari resiko kecelakaan lalu lintas,” ujar Azis.

Masuknya program keselamatan ke sekolah menjadi sinyal bahwa persoalan kecelakaan tidak bisa ditangani setengah-setengah. Edukasi sejak dini dianggap sebagai jalan paling masuk akal untuk membentuk generasi yang lebih disiplin saat berkendara.

LihatTutupKomentar